}

Review The Message (2009), Salah Satu Film Thriller Tiongkok Terbaik Abad Ini

the-Message-2009

The Message (2009)  adalah genre  spy-thriller, ini lumayan bisa bikin kamu menahan napas lewat dialog dan tatapan mata para karakternya. Film ini diperankan oleh aktor dan aktris yang punya nama besar di industri drama dan perfilman Tiongkok. Ada aktris cantik  Zhou Xun  yang pernah berperan sebagai Huang Rong di serial  The Legend of the Condor Heroes  (2003). Lalu ada juga  Zhang Hanyu aktor ini pernah adu peran dengan aktor Hollywood Matt Damon dan Pedro Pascal lewat film  The Great Wall . Kemudian ada juga aktor ganteng  Huang Xiao Ming , mantan  ayank  nya Angelababy, yang pernah berperan di serial  Return of the Condor Heroes  (2006), serial yang terpaling legend dari beberapa versinya!

Film yang bersetting tahun 1942 era penjajahan Jepang di Tiongkok ini tidak dibangun dari aksi tembak-menembak. Kekuatan terbesar dari film ini adalah arsitektur cerita yang dibangun dari momen ketegangan yang intens.

Kita akan diajak melihat 5 tersangka yang ditangkap saling sikut dan adu sinis yang brutal ketika pihak militer Jepang yang dikomandoi oleh Takeda (Huang Xiao Ming) mencoba mencari tahu siapa agen mata-mata bernama "Phantom" itu. Di film ini, sang sutradara benar-benar membuat alur cerita dengan  vibe  yang mencekam dan ketegangannya mengalir dengan solid, penuh drama, serta menguras emosi penonton.

Bagaimana karakter yang diperankan oleh Zhou Xun yang terlihat seperti sosok berjiwa bebas bisa punya  chemistry  bagus dengan karakter Li Bingbing yang terlihat sangat emosional pas interogasi. Belum lagi akting Zhang Hanyu yang sangar dan tangguh, lalu kita diperlihatkan juga bagaimana aktor Huang Xiao Ming sukses berperan sebagai perwira Jepang yang sangat kejam. Pokoknya, alur ceritanya benar-benar sukses membuat kita ikut tebak-tebakan mana di antara para tersangka ini yang menjadi Phantom.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu pula  ending  film ini. Saya pribadi mengkritik  ending -nya yang terkesan dibuat terlalu terburu-buru, terutama ending untuk karakter Takeda. Tapi secara keseluruhan, film ini benar-benar penuh emosional yang begitu berkesan.


Posting Komentar

0 Komentar